10 PEGULAT WWE YANG KEJAM DI KEHIDUPAN NYATA

Please, don’t try this at home. Anda pastinya mengenal kalimat itu bukan? Ya, dunia gulat sepertinya telah membawa arti baru untuk kalimat ini. Dengan langkah yang dapat membuat anda lumpuh atau lebih buruknya lagi, dapat membunuh, ini adalah salah satu peringatan yang harus segera ditangani secara serius oleh kita sebagai orang normal.

Coba kita pikir baik-baik, sepotong cerita yang kita lihat dalam gulat WWE adalah sebuah skripsi dan para pegulat ini cukup profesional untuk membuat skripsi tersebut terlihat nyata. Namun terkadang, mereka juga mendapatkan cedera yang serius bahkan dapat membuat karir mereka langsung berakhir seketika.

Dan pastinya, ada luka trauma yang menghampiri di kepala mereka sebagai hasil dari aksinya. Hal ini dapat menyebabkan penyakit mental dan mendorong beberapa pegulat untuk melakukan beberapa tindakan keji. Salah satunya adalah penggunaan narkoba yang telah membuat banyak pegulat berubah menjadi karakter yang dipertanyakan sehingga merusak kehidupan pribadi dan profesional mereka.

Baik itu gangguan mental, penyalahgunaan obat atau alkohol, para pegulat ini telah dikenal karena melakukan beberapa kejahatan paling kejam dan mengerikan. Cukup banyak pegulat yang tidak bisa menahan kemarahan mereka saat melakoni dunia gulat dan hal ini sering diekpresikan ke dalam dunia nyata.

Beberapa pegulat cenderung bertindak sebagai ‘anak nakal’ yang melecehkan dan menyerang orang lain. Dengan fisik berotot dan keahlian yang diperoleh dalam gulat, tentu saja orang tidak memiliki kesempatan untuk melawan mereka.

Ini adalah fakta yang telah terbukti, bahkan pihak polisi terkadang kesulitan untuk mencoba mengendalikan beberapa pegulat ini. Perilaku semacam ini tidak hanya terjadi pada orang biasa, di kehidupan nyata misalnya seorang pegulat juga dapat melakukannya. Dan berikut ini adalah 10 pegulat WWE yang kejam di dunia nyata, diantaranya adalah :

1. Nicole Bass

Bass adalah seorang binaragawan yang memiliki karir singkat di WWE dan memulai debutnya sebagai pengawal Sable. Pada tahun 2005, ia mabuk berat dan mengalami kesulitan memenuhi resepnya dengan obat penghilang rasa sakit. Ia pun mengancam dengan mengambil beberapa pil dan akan mengiris pergelangan tangannya, suami Bass khawatir dan mencoba menelepon polisi, naas suaminya justru dipukul.

Suaminya pun berhasil memanggil polisi dan saat mereka tiba, Bass menggigit tangan dari salah seorang petugas. Ini bukanlah kasus baru bagi dirinya, pada tahun 2000, ia juga pernah menggigit jempol seorang perwira dan dibawa ke unit psikiatris selama 72 jam.

2. Scott Hall

Penyalahgunaan alkohol sering membawa manusia ke dalam banyak masalah dan inilah yang terjadi pada Hall di tahun 2010, ketika dirinya ditangkap karena kedapatan mabuk berat. Hall mabuk dan bertindak agresif di dalam bar, ia mendorong pelanggan, berdebat dengan bartender dan meninju jendela mobil milik salah satu bartender hingga pecah.

Ketika polisi tiba, mereka menemukan dirinya sedang berteriak dan memaki-maki pelanggan lain. Hall menolak untuk ditangkap namun polisi akhirnya berhasil membekuknya. Ia diperintahkan pengadilan untuk tidak pernah kembali ke dalam bar tertentu dan dikeluarkan oleh pihak TNT dibulan berikutnya.

3. Big Van Vader

Pada tahun 1997, saat melakukan talk-show di Kuwait untuk mempromosikan pertandingan antara Big Van Vader dan The Undertaker, host bertanya kepada mereka “Apakah dunia gulat itu palsu?”. The Undertaker menjawab dengan tenang pertanyaan tersebut, namun Vader bangkit dari tempat duduknya dan membanting meja serta mencengkram dasi host tersebut.

Vader lalu ditangkap atas kasus penyerangan dan diperintahkan untuk membayar sejumlah denda sebelum diperbolehkan untuk meninggalkan Kuwait. Skenario WWE tetap dipertunjukkan, tapi sayangnya tidak ada yang mengingatkan Vader jikalau negara Kuwait tidak tahu apa-apa tentang dunia gulat.

4. Ric Flair

Pada bulan November 2005, seorang pria dalam perjalanan pulang dari kota untuk mengikuti acara Thanksgiving dan ketika ia melihat sebuah mobil di belakangnya mengedipkan lampu, ia pun menepi. Mobil tersebut berhenti di sampingnya dan Ric Flair keluar lalu mencengkeram leher dan merusak mobil pria itu dengan cara menendangnya. Flair didakwa karena melakukan serangan dan merusak properti milik orang lain. Kasus ini pun dapat diselesaikan dengan cara damai.

5. Buff Bagwell

Setelah melihat rekaman dari WCW Thunder pada tahun 2000, terlihat jelas bahwa Bagwell rasis dengan menghina dan mengintimidasi anggota kru saat beragumen. Argumen tersebut terjadi lantaran salah seorang kru mencoba untuk memindahkan karpet yang menghalangi pintu masuk Bagwell dan kelompoknya. Bagwell ditangkap dan didakwa dengan bukti rekaman tersebut, hukuman yang ia terima adalah dilarang tampil dalam acara WCW selama 30 hari dan mencopot bagiannya dalam ajang Tag World Team Championship.

6. Matt Hardy

Pada malam tahun baru 2014, Matt Hardy dan istrinya yang juga merupakan seorang pegulat, ditangkap di sebuah motel karena terlibat kasus penganiayaan. Di wajah mereka berdua terdapat beberapa tanda bekas perkelahian. Penangkapan dipicu setelah beberapa tamu mendengar mereka berkelahi dan memberitahu seorang staf motel yang kemudian menelepon polisi. Mereka berdua pun dibebaskan dengan jaminan dan segera kembali ke kehidupan bahagianya sebagai pasangan suami istri.

7. Juventud Guerrera

Selama tur WCW di Australia pada tahun 2000, Guerrea menelanjangi dirinya saat berada di dalam hotel yang dihuni oleh para kru WCW sehingga menyebabkan pertengkaran. Guerrera meneriaki para kru WCW dengan kata-kata kotor dan mulai melemparkan kursi yang berada di ruang makan. Para pegulat lain tidak bisa menahan aksi liar Guerrera sehingga menelepon polisi yang pada akhirnya melumpuhkan Guerrera dengan semprotan kapsikum.

Seorang petugas terluka dalam insiden tersebut dan Guerrera didakwa dengan 3 kasus mulai dari penyerangan, berlaku tidak senonoh, menghalangi polisi, mempunyai perilaku tidak tertib dan kepemilikan obat. Ia hanya menerima denda dan tidak boleh tampil selama didalam tur, lantas ia pun dibebaskan oleh WCW.

8. Ken Patera

Pada tahun 1984, Patera dan AWA Masa Saito ditolak oleh para pelayan di restoran McDonald saat mereka tiba beberapa jam, Patera kesal dan ia pun melempar batu ke arah jendela. Kedua pegulat ini sempat menyerang petugas yang datang untuk menyelidiki masalah ini, dan keduanya berhasil dibekuk setelah petugas lain membawa bala bantuan.

Dilaporkan bahwa butuh 18 petugas untuk membekuk mereka dan 10 petugas mengalami cedera yang serius. Mereka berdua dihukum karena menyerang petugas dan menghuni sel selama 2 tahun. Patera selalu berdalih jikalau yang melempar batu bukanlah dirinya.

9. Jerry Lawler

Pada tahun 1999, ‘The King’ Jerry Lawler mengalami kesulitan untuk mengikuti perintah setelah dirinya ditilang oleh petugas bandara karena meninggalkan mobilnya berada di zona larangan parkir. Ia pun memulai protesnya dengan merobek tiket dan kemudian menendang petugas. Dia didakwa atas tindakannya yang sembrono dan dihukum dengan kurungan 2 tahun. Atas insiden ini, ia gagal terpilih menjadi walikota.

10. Verne Gagne

Gagne akan selalu dikenang fans WWE karena berhasil mendirikan AWA dan aksi finishingnya yang terkenal disebut ‘sleeper hold’. Namun, semakin bertumbuhnya popularitas WWE memaksa AWA harus ditutup. Bertahun-tahun kemudian, Gagne didiagnosis menderita penyakit Alzheimer dan mulai menghuni fasilitas pelayanan kesehatan.

 border=

Pada tahun 2009, ia menyerang seorang pasien orang tua yang berumur 97 tahun. Ia menghempaskannya ke lantai sehingga pinggul orang tua malang tersebut patah. Tak lama, orang tua itu pun meninggal di rumah sakit setelah menerima perawatan intensif selama 3 minggu dan menurut pengadilan setempat, kematian itu disebut pembunuhan. Gagne tidak didenda dan dihukum karena sengaja mencelakai korban.